Sponsor

Selamat Datang di KODIM 0728/Wonogiri.

Senin, 27 November 2017

Danramil Hadiri Upacara Bendera



DANRAMIL 14/JATISRONO HADIRI UPACARA BENDERA

Sabtu (25/11/2017) bertempat di halaman kantor kecamatan Jatisrono berlangsung Upacara dalam rangka HUT KORPRI Ke-46,PGRI Ke-72 dan GURU NASIONAL Ke-24 Tahun 2017.

Hadir dalam acara: Camat Jatisrono Drs.Yogik Tribiakto,MM, Kepala UPT Drs.Tarmanto,MM, Danramil 14/Jatisrono Kapten Inf Subandi, Kapolsek Jatisrono Akp Sali, Forkompincam Jatisrono, Bapak/Ibu Guru SD,SMP, Kepala Desa dan perangkatnya seKecamatan Jatisrono serta Siswa dan Siswi SD,SMP dan SMA Jatisrono. 

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Camat Jatisrono Drs.Yogik Tribiakto,MM.
Amanat Kemendiknas yang dibacakan Inspektur Upacara: MariIah kita panjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas rahmat dan karuniaNya, sehingga kita dapat melaksanakan upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2017 dan Hari Ulang Tahun (HUD ke Pada setiap tanggal 25 November, di seluruh pelosok negeri, di kantor -kantor pemerintahan hingga di sekolah-sekolah. 

Sejak kelahirannya 100 hari setelah kemerdekaan RI, dengan dijiwai semangat proklamasi 17 Agustus 1945, PGRI gigih berjuang mencerdaskan bangsa,  Kemerdekaan dalam kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan berperang melawan kebodohan. 

Di era digital PGRI sebagai organisasi profesi, siap memkukan transformasi perubahan sebagai kekuatan moral intelektual yang terus menerus mengajak dan mendorong seluru pengurus dan anggotanya untuk belajar, mengakrabi teknologi dan beragama.

Pengetanuan dan Keterampilan anak sangat penting  untuk perubahan ke dalam PGRI agar para guru, pendidik, dan tenaga pendidikan menjadi sosok inspiratif yang dirindukan kehadirannya oleh anak didik. 

Sosok guru yang inspiratif adalah para guru yang mengedepankan sikap teIadan, bijak penuh welas asih, memiliki disiplin diri yang kuat, mengedepankan kata-kaca yang positif, tidak segan memberikan apresiasi kepada apapun hasil karya siswa serta menghormati mereka tanpa pilih kasih. 

Menyatukan keberagaman dalam persatuan, senantiasa ingin memberi dan tidak menyerah dengan beragam tantangan yang dihadapi, Itulah cerminan sikap sejati pendidik, Sikap demikian niscaya memiliki kekuatan maha dahsyat yang mampu menggetarkan jiwa anak didik untuk bangkit. Bersemangat menjelajah rasa ingin tahu pada samudra ilmu pengetahuan yang  tak bertepi dan pada akhirnya tumbuh menjadi kekuatan luar biasa yang akan menentukan masa depan bangsa, lnilah wujud pendidikan karakter.

Memahami hati dan jiwa anak didik untuk tumbuh menjadi pribadi yang matang dan kuat, rasa percaya diri yang tinggi, mencintai kebudayaan dan tanah airnya, dan mampu mengembangkan imaginasi dan kreativitas sehingga dapat menjadikan sesuatu dari semula tidak bernilai menjadi bermanfaat dan bernilai tinggi.

 
Perubahan mindset guru menjadi perhatian serius PGRI yang berkomitmen menjadikan guru sebagai motor penggerak perubahan menuju bangsa yang maju dan berkepribadian Indonesia.


Di sisi lain, saya juga mengharapkan adanya perubahan mindset pengelola pendidikan di berbagai tingkatan dalam memperbaiki tata kelola pendidikan utamanya tata kelola guru.

Berbagai persoalan pendidikan kiranya dapat diurai melalui tata kelola guru yang jelas, sistematis, dan komprehensif. Saat ini, terjadi kekurangan guru yang masih kosong di semua jenjang, khususnya di pendidikan dasar dan di SMK akibat pensiun besar-besaran dan tidak adanya pengangkatan guru selama 8 tahun terakhir. 

Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh guru, tenaga pendidikan utamanya guru honorer, GTT/PTT yang selama ini tiada kenal lelah mengisi kekosongan guru dengan mengajar sepenuh hati. Tanpa dedikasi dari mereka, dapat dibayangkan bagaimana proses pembelajaran berlangsung bila gurunya tidak ada. 

Adalah wajar, apabila berbagai pihak memberikan perhatian terhadap kesejahteraan dan peningkatan kualitas mereka. Persoalan lain yang terus menghantui proses pembelajaran yang berkualitas adalah banyaknya aturan adminsitratif yang berbelit-belit, berubah-ubah, dan menyita waktu guru yang seharusnya digunakan untuk mendidik dengan sebaik-baiknya. 

Semoga persoalan pencairan TPP, kenaikan pangkat, impassing, sertifikasi, dan lain-Iainnya dapat disederhanakan, lebih terbuka dan memenuhi rasa keadilan para guru, saya mohon, Uji kompetensi dimanfaatkan sebagai sebagai instrumen dalam memetakan kemampuan guru yang hasilnya bermanfaatkan.

 
Mengakhiri sambutan ini saya mengajak para guru, pendidik dan tenaga Rependidikan untuk mengamalkan jati diri PGRI, melaksanakan Kode Etik Guru, dan selalu meningkatkan komitmen dan profesionalisme dengan memberikan pelayanan kepada peserta didik.
Terima kasih kepada pemerintah, pemerintah daerah yang terus bersama-sama menggelorakan persatuan dan melaksnakan HGN dan HUT PGRI bersama-sama dengan khidmat, gembira dan penuh semangat kebersamaan. 

Terima kasih kepada orang tua dan masyarakat yang telah mempercayakan para guru untuk mendidik putra putri mereka, Mari perkuat sinergitas dan kerja sama  Guru orang tua, dan masyarakat sebagai Tri Pusa Pendidikan sehingga anak-anak kita tumbuh sehat jasmani rohani dan dapat belajar dengan sebalk-baiknya. 

Akhinya saya mengucapkan selamat Hari Guru Nasional dan HUT ke-72 PGRI kepada para guru di seluruh tanah air. Semoga pengabdian kita memberikan makna bagi bangsa dan negara serta kemanusiaan, serta sebagai ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa .(Pendim 0728/Wng)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar