Sponsor

Selamat Datang di KODIM 0728/Wonogiri.

Selasa, 09 Desember 2025

Babinsa Bekali Nilai - Nilai Pancasila Dan Nasionalisme Kepada Siswa SMK P 8 Slogohimo

 

Wonogiri - Generasi muda merupakan aset bangsa yang harus dibentuk menjadi generasi yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, dan siap menghadapi tantangan masa depan. Salah satu upaya untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui pembinaan bela negara.

Babinsa Koramil 22/Slogohimo Kodim 0728/Wonogiri Serda Awaludin, sebagai ujung tombak TNI Angkatan Darat di tingkat desa, berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai bela negara kepada generasi muda, khususnya siswa SMK P 8 Slogohimo Tahun 2025 bertempat di ruang kelas SMK P 8 Slogohimo Kec. Slogohimo, Selasa (9/12/2025).

Pada Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan para siswa dibekali dengan nilai-nilai Pancasila, jiwa nasionalisme, dan semangat patriotisme, sehingga mereka memiliki karakter yang kuat, disiplin, dan bertanggung jawab.

Menurut Serda Awaludin, Pembinaan bela negara di SMK tidak dapat dilakukan secara parsial. Babinsa bekerja sama erat dengan pihak sekolah, seperti guru, kepala sekolah, dan komite sekolah, untuk menyusun program yang terintegrasi dengan kurikulum sekolah.

Babinsa berperan penting dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan patriotik di SMK. Melalui berbagai metode yang kreatif dan inovatif, serta kerjasama yang erat dengan pihak sekolah

Babinsa berhasil menanamkan nilai-nilai bela negara kepada siswa SMK, sehingga mereka menjadi generasi penerus bangsa yang siap membangun Indonesia yang lebih baik.

 Kepala Sekolah SMK P 8 Slogihimo Sri Rahayu, S.Pd.,S.E mengatakan bahwa kegiatan pelatihan ini disamping untuk meningkatkan kemampuan para peserta didik dalam baris-berbaris juga untuk mendukung dalam kesiapannya menghadapi proses belajar mengajar agar lebih maksimal dengan kualitas peserta didik yang lebih disiplin.(Pendim 0728)

Jumat, 05 Desember 2025

Peduli Korban Bencana Alam Di Sumatera Dan Aceh, Kodim Wonogiri Salurkan Bantuan Kemanusiaan

Wonogiri – Guna meringankan beban saudara kita yang terdampak bencana alam di Sumatera dan Aceh, Kodim 0728/Wonogiri dan jajaran Koramil menyalurkan bantuan kemanusiaan. Bantuan tersebut dikonsolidasikan melalui Korem 074/Warastratama sebagai bagian dari langkah terkoordinasi dalam mendukung operasi tanggap darurat. Jumat (5/12/2025).

Adapun bantuan yang dikirim meliputi, Pakaian Layak Pakai, Susu 21 Dus, Biskuit 23 Dus, Mie Instan 450 Dus, Beras 345 kg, Minyak Goreng 14 bungkus, Gula Pasir 26 Kg, Pempers 6 Dus. 

Seluruh bantuan tersebut dihimpun Makodim 0728/Wonogiri dari Koramil jajaran kemudian didistribusikan ke Korem 074/Warastratama untuk digabungkan bersama bantuan dari kodim-kodim jajaran Korem 074/Warastratama lainnya.

Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan P. melalui Pasiter Kapten Inf Jumadi, menyampaikan bahwa pengiriman bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas TNI terhadap masyarakat yang sedang mengalami situasi sulit akibat bencana alam.

“Kami berupaya menyalurkan bantuan secepat mungkin agar dapat meringankan beban korban bencana,” ujar Pasiter.

Setelah dihimpun di Korem 074/Warastratama, bantuan akan diteruskan ke Kodam, kemudian dikirimkan ke wilayah terdampak di Sumatera dan Aceh.(Pendim 0728)

Kamis, 04 Desember 2025

Ini yang disampaikan BABINSA dalam Pelatihan Kesiapsiagaan Tanggap Bencana Sekala Lokal Desa.

Wonogiri,  - Dalam rangka  Kesiapsiagaan Tanggap Bencana Sekala Lokal Desa Desa Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri Tahun 2025, TNI dan BPBD serta Pemdes Waru Kecamatan Slogohimo, gelar Pelatihan Kesiapsiagaan Tanggap Bencana Sekala Lokal Desa, Kamis (4/12).

Latihan yang  dilaksanakan di Desa Waru Kecamatan Slogohimo melibatkan, Wisnu Sejati (Kades) Waru. Komandan Koramil 22/Slogohimo di wakili Serda Awaludin, Ketua BPBD Desa Waru berserta anggota, Pendamping Desa (Teguh), Anggota Destana Desa Waru serta Ketua RT dan RW se Desa Waru.

Acara dibuka Wisnu Sejati (Kades) menyampikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat (narasumber, panitia, peserta, pemerintah daerah). Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa untuk mewujudkan desa yang tangguh bencana. Karena pentingnya kesiapsiagaan, mitigasi, dan respons darurat untuk mengurangi risiko bencana, tuturnya.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi bencana yang mungkin terjadi di desa, dan melalui   pelatihan ini dapat digunakan untuk melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar, pungkasnya.

Komandan Koramil -22/Slogohimo  yang diwakili  Serda Awaludin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa, BPBD, dan semua pihak yang telah menyelenggarakan pelatihan ini, disini  peran TNI dalam  Kemanusiaan adalah negara yang memiliki potensi bencana alam tinggi (seperti tanah longsor, banjir, angin kencang, dsb., sesuaikan dengan potensi lokal), papar Awaludin.

Saya menekankan bahwa penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat, paparnya, dlisini peran TNI, khususnya Koramil dan Babinsa, dalam mendukung upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di tingkat desa sebagai bagian dari tugas kemanusiaan dan pembinaan teritorial.

Dengan harapan melalui pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap tanggap warga dalam menghadapi situasi darurat bencana serta bagaimana cara  menangani kurban melalui Pertolongan Pertama dilokasi kejadian, tambahnya.

Dengan harapan agar desa memiliki kemampuan untuk mengenali ancaman di wilayahnya sendiri dan mampu melakukan langkah-langkah antisipasi serta evakuasi mandiri secara efektif. Demi terciptanya sinergi dan koordinasi yang baik antar warga, aparat desa, Babinsa, Babinkamtibmas, dan instansi terkait dalam tim siaga bencana Desa, pungkasnya.

Ketua BPBD melalui pendamping Desa (Teguh) menyampaikan, Desa memiliki peran strategis dalam upaya pengurangan risiko bencana. Masyarakat harus mampu mengidentifikasi potensi bencana di lingkungan sekitar dan melakukan langkah-langkah mitigasi secara mandiri dan berkelanjutan,” ujarnya.

Selama pelatihan, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemetaan risiko bencana, penyusunan rencana kontinjensi desa, serta pelibatan aktif warga dalam setiap tahapan penanggulangan bencana, mulai dari pencegahan hingga pemulihan. 

Dengan pelatihan ini, diharapkan Desa Bareng semakin siap dan tangguh dalam menghadapi bencana, serta menjadi contoh bagi desa lain dalam membangun ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana, pungkas Teguh (Pendim 28)

Senin, 01 Desember 2025

Peran TNI Dalam Perlindungan Perempuan Dan Anak


Babinsa Desa Jatisari Koramil 14/Jatisrono Kodim 0728/Wonogiri Sertu Firman S. menghadiri Sosialisasi dan penyuluhan perlindungan perempuan dan anak di Balai Desa jatisari Kecamatan Jatisrono Kabupaten Wonogiri, Senin (01/01/25).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri berbagai elemen mulai dari anggota Koramil 0728/14 Jatisrono Sertu Firman. S, anggota Polsek Jatisrono Bripka Eko dan Bribtu Mustofa, hadir pula Kepala Desa jatisari Teguh Subroto, Tokoh masyarakat Ds Jatisari, perangkat Dusun jatisari dan anggota karang taruna serta PKK maupun pengurus Posyandu.

Teguh Subroto (Kades) Jatisari membuka pertemuan  serta mengawali dengan menyampikan ucapan terima kepada tamu undangan semuanya, dan perlu diketahui bersama acara lalu ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya perlindungan hak-hak anak serta memberikan panduan kepada orang tua dan masyarakat mengenai langkah-langkah yang harus diambil untuk menjaga keselamatan anak-anak, tuturnya.

Dalam sosialisasi tersebut, anggota TNI Sertu Firman. S dari koramil 14/Jatisrono menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan itu sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi anak-anak di wilayah binaannya.

Sebagai Babinsa, dirinya menekankan pentingnya kerjasama antara masyarakat dan aparat keamanan untuk mencegah tindakan kekerasan terhadap anak serta memberikan edukasi terkait pola asuh yang sehat, tambahnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya perlindungan anak dan mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, guna membentuk generasi yang sehat, aman, dan sejahtera, sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia, pungkas Firman, (Pendim 0728)