Wonogiri - Ketua Persit Kartika Candra Kirana Cabang XLIX Kodim 0728/Wonogiri Ny. Imron Masyhadi memimpin secara langsung kegiatan serah terima jabatan beberapa Ketua Ranting Persit Kartika Chandra Kirana, Senin(2/11).
Karena masih dalam pandemi Covid-19, kegiatan yang berlangsung di Kantor Persit tersebut hanya diikuti oleh perwakilan Ketua Ranting dan Ketua Ranting yang melaksanakan serah terima.
Serah terima tersebut, berkaitan dengan memasukinya Masa Persiapan Pensiun Danramil 10/Wuryantoro Kapten Inf Joko Susilo dan pergeseran jabatan Kapten Inf Sriyono, yang semula Danramil 16/Jatiroto menjadi Danramil 08/Giriwoyo dan penambahan anggota baru Kodim 0728/Wonogiri, yakni Lettu Inf Eko Budi Santoso yang menduduki jabatan Danramil 16/Jatiroto.
Ny. Imron Masyhadi dalam memberikan sambutan pada kegiatan sertijab tersebut menyampaikan ucapan terima kasih kepada Ny. Joko Susilo yanv telah mengabdikan diri dalam mendampingi suami memimoin persit ranting.
Dan selamat datang kepada Ny. Eko Budi Santoso yang baru bergabung dalam Persit KCK Cabang XLIX Kodim 0728/Wonogiri, segera menyesuaikan diri sebagai ketua Persit Ranting 17 Koramil 16/Jatiroto.
Ny. Imron menambahkan, kegiatan serah terima jabatan merupakan hal yang biasa dilakukan sebagai bagian dari dinamika organisasi, (Pendim 0728/Wng).
Sponsor
Rabu, 11 November 2020
Ketua Persit KCK Cabang CLIX Kodim 0728/Wonogiri Pimpin Sertijab Ketua Ranting
Anggota Kodim 0728/Wonogiri Yang Selama Cuti Keluar Daerah Diperintahkan Rapid Test
Wonogiri - Ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh prajurit dan PNS Kodim 0728/Wonogiri yang telah kembali melaksanakan cuti bersama dengan keadaan baik, sehat dan tidak ada pelanggaran selama melaksanakan cuti dalam rangka Maulid Nabi Muhammad S.A.W.
Hal tersebut disampaikan oleh Dandim Letkol Inf Imron Masyhadi, S. E., saat memberikan amanat dalam apel bersama yang digelar di Makodim 0728/Wonogiri, Senin(2/11).
Selanjutnya, Dandim dalam amanatnya memerintahkan kepada seluruh anggota dan PNS, yang selama cuti bepergian keluar daerah/Soloraya agar melaksanakan Rapid Test guna memutus penyebaran Covid-19.
Pasiops Lettu Inf Toto Mardoyo menyampaikan, pengecekan dilakukan bertujuan untuk memastikan secara fisik satu persatu para prajurit yang baru saja kembali melaksanakan cuti.
Lettu Inf Toto menambahkan, untuk pelaksanaan apel dilaksanakan secara serentak, untuk anggota staf melaksanakan apel di Makodim dan anggota Koramil melaksanakan apel di Koramil masing-masing.
Setelah pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan Rapid Test bagi anggota dan PNS yang selama cuti bepergian ke luar daerah guna menghindari maupun memutus rantai penyebaran Covid-19, dari hasil pemeriksaan tidak ada anggota yang reaktif, (Pendim 0728/Wng).
Antisipasi Bencana Banjir Dan Tanah Longsor, Kabupaten Wonogiri Gelar Apel Kesiapsiagaan
Wonogiri - Bertempat di Pendopo Kabupaten Wonogiri telah dilaksanakan kegiatan Pelaksanaan Apel Virtual Dan Non Virtual Kesiapsiagaan dalam rangka Menghadapi Bencana Banjir dan Tanah Longsor Tahun 2020 di Kabupaten Wonogiri, Sabtu(31/10).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Plt Bupati Wonogiri Edy Santosa, Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Imron Masyhadi, Kapolres AKBP Christian Tobing, Sekda Kab Wonogiri Haryono, Kasi Intel Kejari Feby Rudi Purwanto, Kalakhar BPBD Kab. Wonogiri Bambang Haryanto, Kasat Pol PP Kab. Wonogiri Waluyo, Wakil DPRD Kab. Wonogiri Kristianto, Kasdim 0728/Wonogiri Mayor Inf Nurul Muthahar, Kepala Markas PMI Kab. Wonogiri Warjo.
Dalam kesempatan tersebut Plt Bupati Wonogiri menyampaikan Menjelang memasuki musim penghujan, sikap waspada dan siaga perlu untuk dikedepankan, utamanya dalam menghadap setiap potensi kebencanaan, ini sangat penting demi menghindari jatuhnya korban jiwa atau kerusakan yang menimbulkan kerugian berupa harta dan benda yang tentunya tidak kita inginkan bersama.
Kabupaten Wonogiri merupakan daerah dengan poin potensi bencana alam sangat tinggi, dimana hampir semua potensi bencana alam ada, baik di musim kemarau maupun musim penghujan, Ini semua sebagai konsekuensi dikarenakan letak geografis Kabupaten Wonogiri yang berada di zona merah bencana alam.
Kesadaran untuk tetap hidup dengan aman di wilayah zona merah bencana alam, ditanamkan kepada segenap masyarakat dengan menerapkan prinsip
mitigasi bencana alam, dari tahun ke tahun upaya memberikan kesadaran mitigasi bencana sudah dilaksanakan Kabupaten Wonogiri.
Sementara itu, Dandim juga menyampaikan walaupun dari BPBD kemungkinan curah hujan tinggi maupun angin terjadi di bulan Januari - Maret, akan tetapi alangkah baiknya kita sudah siap dari awal, mengingat dari tahun 2019 sudah sekian puluh kejadian, baik bencana banjir maupun tanah longsor terjadi di Wonogiri.
Kita semua berharap, dengan adanya kesiapsiagaan kita mudah- mudahan tahun ini kita bisa mengantisipasi dengan baik, sehingga bisa meminimalisir korban, baik dari segi personil maupun materil, (Pendim 0728/Wng).
Selasa, 03 November 2020
Forkopimda Kabupaten Wonogiri Ikuti Apel Kesiapsiagaan Bencana Banjir Dan Tanah Longsor
Wonogiri - Jajaran Forkopimda Kabupaten Wonogiri ikuti Apel Kesiapsiagaan Bencana Banjir Dan Tanah Longsor tahun 2020 yang bertempat di Pendopo Kabupaten Wonogiri, Sabtu(31/10).
Jajaran Forkopimda yang turut hadir diantaranya, Plt Bupati Wonogiri Edy Santosa, Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Imron Masyhadi, Kapolres AKBP Christian Tobing, Sekda Kab Wonogiri Haryono, Kasi Intel Kejari Feby Rudi Purwanto, Kalakhar BPBD Kab. Wonogiri Bambang Haryanto, Kasat Pol PP Kab. Wonogiri Waluyo, Wakil DPRD Kab. Wonogiri Kristianto, Kasdim 0728/Wonogiri Mayor Inf Nurul Muthahar, Kepala Markas PMI Kab. Wonogiri Warjo.
Plt Bupati Wonogiri dalam sambutannya menyampaikan, Kabupaten Wonogiri merupakan daerah dengan poin potensi bencana alam sangat tinggi, dimana hampir semua potensi bencana alam ada, baik di musim kemarau maupun musim penghujan, untuk itu Kabupaten Wonogiri sudah menanamkan prinsip mitigasi bencana alam kepada masyarakat dari tahun ke tahun.
Sebagai penguatan prinsip mitigasi bencana di Kabupaten Wonogiri, dilakukan Strategi Pengurangan Risiko Bencana antara lain, Pemetaan Daerah Rawan Bencana, Fasilitasi pembentukan Desa Tangguh Bencana di seluruh wilayah Kabupaten, Peningkatan kapasitas relawan dan Gerakan mitigasi bencana, yang dilakukan dengan melaksanakan gerakan bersih bersih sungai, penanaman penghijauan, sosialisasi dan edukasi penanggulangan bencana kepada masyarakat, serta melakukan simulasi secara rutin dan berkelanjutan sesuai prioritas ancaman bencana.
Edi Santosa menambahkan, Data kebencanaan pada tahun 2019 mengenai bencana banjir, tanah longsor, tanah bergerak, tanah ambles, kebakaran dan angin kencang sebanyak 216 kasus, Dengan total kerugian mencapai Rp 6,6 milyar, Sementara angka pada akhir bulan Oktober tahun 2020, data kebencanaan sebanyak 78 kasus, dengan total kerugian mencapai Rp 922 juta. Semoga hingga akhir tahun 2020, dimana kita akan memasuki musim penghujan yang diwarnai perubahan musim yang ekstrem akibat badai La Nina, data kebencanaan tersebut tidak mengalami banyak perubahan.
Pada kesempatan tersebut Dandim turut menyampaikan, Kodim 0728/Wonogiri siap bersinergi dengan para relawan dalam membantu penanggulangan bencana alam, " Dengan personil dan alat peralatan yang kami punya, Kodim siap membantu apabila dibutuhkan ", ucapnya.
Mengingat dari tahun 2019 sudah sekian puluh kejadian, baik bencana banjir maupun tanah longsor terjadi di Wonogiri, kita harus siap sejak dini walaupun dari BPBD menyampaikan kemungkinan curah hujan tinggi maupun angin terjadi di bulan Januari - Maret.
Senada dengan Dandim, Kapolres Wonogiri juga menyampaikan siap membantu dan bersinergi dengan Pemerintah dan TNI dalam menangani bencana alam banjir dan tanah longsor. Peran dari polri dalam menangani bencana alam siap untuk menerjunkan anggota dan mempersiapkan peralatan serta polri juga mendirikan posko bencana alam yang bertempat di polres Wonogiri dan terbagi 4 rayon, (Pendim 0728/Wng).



