Sponsor

Selamat Datang di KODIM 0728/Wonogiri.

Rabu, 18 Desember 2019

Begini Cara TNI Membentuk Karakter OSIS SMKN I Bulukerto


Wonogiri - Pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Sekolah Menengah kejuaruan Negri 1 (SMKN) Bulukerto dibekali dengan pembinaan dan pelatihan kepemimpinan. Hal itu untuk menumbuh kembangkan jiwa leadersip yang intelektual dan spiritul bagi para siswa-siswi di bangku pendidikan.

Serma Suoarno Babinsa Koramil 21/Bukukerto pada kesempatan itu mengatakan pelatihan dan pembinaan sangat bernilai dan sangat strategis bagi pengembangan generasi muda yang akan datang. Hal itu harus dilakukan sebagai sebuah proses pembelajaran sampai kapan pun. Pasalnya musyawarah untuk mencapai mufakat sangatlah penting dalam sebuah proses demokrasi, yang berlaku di organisasi kecil termasuk OSIS.

Pengembangan dan pembinaan seperti ini sebutnya, harus dimaknai sebagai proses pembelajaran bagi pengurus OSIS, karena rata-rata ketua OSIS adalah sebagai panutan bukan yang suka buat ulah di sekolah. Kalau ada seperti itu, berarti ada yang keliru, prosesnya tidak tepat. Sebab dari sepengetahuan, penunjukan ketua OSIS di sekolah bukan lagi penunjukan kepala sekolah atau guru pembina, tetapi lewat proses langsung di sekolah.

“Dengan pola seperti ini, kami percaya para pengurus OSIS bertumbuh dalam pertumbuhan yang demokratis, sebagaimana tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945, mesti dijaga terutama dalam upaya membina diri dan karakter masing-masing untuk kemudian menjadi pemimpin baik dan berkualitas. Kepada seluruh pembina, saya minta tidak membiarkan anak-anak sendiri, tetapi kawal terus mereka. Jaga dan perhatikan mereka dalam langkah pengabdian di sekolah,” tandas Serma Suparno saat memberi kegiatan pelatihan di halaman SMKN I Bulukerto, Sabtu (14/12/2019).

Serma Suparno percaya pengurus OSIS yang dilatih ini akan menjadi kader penerus perjuangan bukan hanya di daerah tetapi kancah nasional bahkan dapat menguasai dunia. “Maka itu, isilah pengetahuan sebanyak mungkin dengan ilmu kepemimpinan, harus menjadi bintang di kelas,”. (Pendim 0728/Wng)

Ratusan Siswa Pramuka SMPN I Pracimantoro Di Gembleng TNI, Ini Tujuannya


Wonogiri - Anggota Babinsa Koramil 13/Pracimantor Serda Nardi memberikan pelatihan baris berbaris program gerakan pramuka pangkalan yang di ikuti oleh ratusan siswa,bertempat di Halaman SMPN I Pracimantoro, Sabtu (14/12/19).

Pemberian latihan baris berbaris yang dilakukan tersebut dengan harapan para pramuka memiliki sikap dan disiplin yang baik serta nantinya dapat dijadikan contoh yang baik bagi masyarakat lainnya dalam kehidupan sehari-hari.

Babinsa Nardi mengatakan bahwa kegiatan pelatihan yang dilaksanakan kali itu merupakan secara tidak langsung untuk memberikan latihan fisik agar tetap terjaga dan prima.

“Kami selaku aparat TNI merasa sangat bangga karena mendapat kepercayaan untuk membantu melatih baris-berbaris kepada para anggota pramuka SMPN I Pracimantoro,” Ungkapnya.

Para Siswa siswi SMP ini mengatakan bahwa kami sangat senang dan bangga atas kesediaan TNI dalam memberikan pelatihan  kepada para Pramuka khususnya tentang baris-berbaris, hal ini sengaja di  lakukan agar kedepannya para Anggota Pramuka memiliki sikap dan disiplin yang baik serta tangkas dalam rangka memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. (Pendim 0728/Wng)

Peduli Akan Kesehatan Warga, Ini Yang Dilakukan TNI Dari Koramil Slogohimo


Wonogiri - Sebagai bentuk kepedulian anggota TNI khususnya Koramil 22/Slogohimo melihat di wilayah binaannya masih belum memilik MCK, tentu terketuk untuk membantu masyarakat kurang mampu tersebut agar melakukan mandi,cuci kakus pada tempat yang layak.

Danramil 22/Slogohimo Kpt Arm Yadiman beserta tiga anggota Babinsa bersama dengan masyarakat, bergotongroyong membuat jambanisasi milik Paiman Dusun Sanan Rt 03/Rw 02 Desa Waru Kecamatan Slogohimo.

Dalam kegiatan tersebut Danramil 22/Slogohimo Kapten Arm Yadiman tidak tanggung2 terjun langsung ke lokasi tempat jambanisasi di buat, sambil memberikan motifasi arti pentingnya kebersihan dan kesehatan lingkungan kepada masyarakat.

Dalam kesempatan ini juga Komandan Koramil 22/Slogohimo menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk kepedulian TNI dengan masyarakat yang kurang mampu dan belum memiliki jamban.

“Kegiatan ini di samping dapat meringankan beban rakyat, juga menguatkan jalinan komunikasi sosial dengan masyarakat,sehingga tercapai kemanunggalan yang kokoh antara TNI dg Masyarakat” Jelas Danramil.

“Selain menumbuhkan rasa kepedulian terhadap masyarakat yang kurang mampu, kegiatan ini juga merupakan salah satu bagian dari Komunikasi Sosial (Komsos) antara TNI dengan masyarakat di wilayah binaannya,” katanya.

Hadir dalam kegiatan tersebut Danramil 22/Slogohimo Kapten Arm Yadiman. Pj. Kepala Desa Waru  Alviadi. Babinsa Koramil 22/Slogohimo Serka Muslimin, Serda Wuryanto, Koptu Awaludin. Lurah Dusun Sanan Widodo. Masyarakat sekitar. (Pendim 0728/Wng)

Anggota Persit KCK Cabang XLIX Dim 0728/Wonogiri Ikuti B


Wonogiri - Peringati Hari Ibu ke-91 dan HUT Dharma Wanita ke-20 Kabupaten Wonogiri, Gabungan Organisasi Wanita(GOW) Kabupaten Wonogiri melaksanakan kegiatan Sosialisasi undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang perubahan undang-undang nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan dan Bhakti Sosial yang dilaksanakan di pendopo Kecamatan Karangtengah, Jum'at(13/12).

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Wonogiri Sri Sundarini, Wakil ketua Tim penggerak PKK kabupaten Wonogiri ibu Deny Risnindyantira Edi Santoso, Ketua Dharma Wanita kabupaten Wonogiri Ibu Suharno, Ketua Persit KCK Cabang XLIX Dim Wonogiri Ny. Pramudyo Imron Masyhadi yang diwakili oleh Ketua Seksi Sosial Ny. Mulyono, Bagian Hukum Sekretaris Daerah kabupaten Wonogiri Didik Ropiyadi, SSTP., MH., Plt Camat Karangtengah Wasno, S.Sos., Danramil 23/Karangtengah yang diwakili Batituud Peltu Komaedi, anggota Polsek Karangtengah Kanit Binmas Ipda Sukamto, Ketua organisasi wanita dibawah naungan GOW se-Kabupaten Wonogiri, Ketua PIIAD (Paguyuban Ibu dan Isteri Anggota DPRD) ibu Setyo Sukarno.

Wakil ketua tim penggerak PKK kabupaten Wonogiri, dalam sambutannya menyampaikan pelaksanaan sosialisasi UU no 16 Th 2019 tentang perkawinan mohon di dengarkan dan di laksanakan dalam kehidupan bermasyarakat, dan sekaligus berharap dengan pelaksanaan sosialisasi UU no 16 Th 2019 dapat bermanfaat untuk masyarakat Karangtengah.

Adapun Sosialisasi UU no 16 Th 2019 oleh Didik Ropiyadi, SSTP, MH., antara lain UU yang lama yaitu UU no 1 tahun 1974 tetap berlaku karena ada pasal pasal yang tidak punya kekuatan hukum yang tetap maka disempurnakan dengan undang undang no 16 Th 2019. Dalam UU yang lama pasal 7 ayat 1 umur 16 tahun sudah bisa menikah bertentangan dengan hak kesehatan (menikah umur 16 tahun kesehatan belum siap), hak pendidikan (umur 16 tahun baru lulus SMP)

Keputusan mahkamah konstitusi tahun 2018 membatalkan ketentuan pasal 7 ayat 1 sehingga pasal tersebut tidak punya kekuatan hukum yang tetap. Undang undang no 16 Th 2019 mulai berlaku pada tanggal 15 Oktober 2019, dan masyarakat sudah mengetahuinya. Pasal 7 ayat 1 berbunyi Perkawinan hanya diijinkan bila pria dan Wanita sudah berumur 19 tahun
Ayat 2 berbunyi Bila umur belum mencapai 19 tahun yang bersangkutan bisa minta dispensasi pengadilan yang ditunjuk. Dan undang undang no  tahun 1974 masih berlaku kecuali pasal 7 ayat 1 yang sudah di rubah. Mohon untuk organisasi organisasi wanita di aktifkan sehingga ibu ibu akan lebih cerdas dan dapat mencegah pernikahan dini, (Pendim0728/Wng).