Sponsor

Selamat Datang di KODIM 0728/Wonogiri.

Selasa, 01 Agustus 2017

Anggota Kodim 0728/Wonogiri Uji Karatedo INKAI



ANGGOTA KODIM 0728/WONOGIRI UJI RATUSAN KARATE-DO INKAI


Ratusan anggota Institut Karatedo Indonesia (Inkai) cabang Wonogiri  mengikuti ujian kenaikan tingkat pada semester I tahun 2017 bertempat di balai Desa Sumberejo Kec. Batuwarno kab. Wonogiri. (30/7/17).

Uji kenaikan tingkat kali ini  diikuti oleh 374 karateka se Kab Wonogiri, yang dibina 3 anggota Kodim 0728/Wonogiri diantaranya (Serma Gatot Hariyanto, Pelda Maryadi, Kopka Eko Agus).

Serma Gatot Haryanto  mengungkapkan, ujian kali ini 374 orang terdiri  sabuk putih 100 karateka, sabuk kuning 82 karateka,  sabuk hijau 73 karateka sabuk biru  45 karateka,  sabuk coklat dan MSH 74 Karateka.


Lebih lanjut dijelaskan Serma Gatot Hariyanto selaku Ketua Pengcab Inkai Wonogiri agenda ujian kenaikan tingkat secara rutin digelar tiap semester atau 6 bulan sekalli. Semakin rutin diadakan kenaikan tingkat maupun agenda kejuaraan, maka anggota akan semakin terlatih. 

Dengan demikian anggota akan semakin berkualitas dan mumpuni.  Ujian kenaikan tingkat dimaksudkan agar setiap anggota memiliki rasa tanggungjawab dalam kegiatan seni beladiri Inkai, dengan terus berlatih dan mengembangkan potensi. (Pendim 0728/Wng).

Danramil Hadiri Pengajian Akbar



DANRAMIL 07/TIRTOMOYO HADIRI PENGAJIAN AKBAR


Minggu, (30/7/2017), pukul 20.00 sd 02.45 wib di lapangan Desa Banyakprodo Kec. Tirtomoyo Kab Wonogiri telah dilaksanakan Halal Bi Halal Brayat Ageng NU dan pengajian akbar bersama keluarga besar PHBI (Panitia Halal Bi Halal) Nahdatul Ulama Kecamatan Tirtomoyo dengan pembicara Cak Nun dan Kyai Kanjeng dari Jawa Timur.

Hadir dalam acara tersebut diantaranya : Menteri Pemuda dan Olah Raga yang  di wakili oleh Sukma Wijaya (Sekertaris Menpora), Bupati Wonogiri yang diwakili oleh Edi Sutopo (Asisten 1), Kepala Pondok Pesantren Gani Tirta Asri Tirtomoyo Drs Subandi (Depag Kab.Wonogiri), Forkopincam Tirtomoyo yang didalamnya Danramil 07/Tirtomoyo Kapten Inf Ismail dan Jama'ah umat Islam 5000 orang.

 
Tema dan intisari ceramah  Cak Nun dan Kyai Kanjeng adalah "Ikhlas dan sholawat". Ikhlas yang merupakan pekerjaan hati itu adalah merupakan inti sarinya segala amal perbuatan. Tidak sempurna amal ibadah kita, sia-sia pekerjan yang kita kerjakan, tak ada nilainya disisi Allah SWT. Bila mana amal itu dikerjakan tanpa niat dan ikhlas.

Karenanya, haruslah selalu diingat bahwa setiap amal pekerjaan, yang kita lakukan setiap usaha yang kita laksanakan, setiap sedekah yang kita keluarkan, setiap ibadah yang kita amalkan, setiap gerak langkah dan tindakan kesemuanya itu dikerjakan karena Allah samata-mata. Tidak ada jalan yang dapat mendatangkan kepuasan dalam beramal kecuali dengan keikhlasan. Karena kalau kita bekerja dengan keikhlasan tidaklah takut dicela orang. Tidaklah pula menanti pujian, dada terasa lapang, hati terang senang suasana cerah terpancar diwajah dari pancaran hati sanubari yang ikhlas.

 

Arti "Shalawat" secara bahasa Shalawat berasal dari kata shalaat, jika bentuknya tunggal  Shalaat, jika berbentuk jamak menjadi "Shalawaat" yang berarti doa untuk mengingat Allah SWT secara terus-menerus. Arti Shalawat secara Istilah Shalawat adalah rahmat yang sempurna, kesempurnaan atas rahmat bagi kekasih-Nya. 

Disebut sebagai rahmat yang sempurna, karena tidak diciptakan shalawat, kecuali hanya pada Nabi Muhammad SAW. Shalawat adalah doa yang ditujukan pada Rasulullah SAW, sebagai bukti rasa cinta dan hormat kita kepadanya, yaitu umatnya.  Juga do'a dari para malaikat, bahkan Allah SWT memerintahkan, malaikat untuk mendoakan mereka yang bershalawat. (pendim 0728/Wng)