Sponsor

Selamat Datang di KODIM 0728/Wonogiri.

Senin, 29 September 2025

Babinsa Bersama Warga Buat Alat Komunikasi Tradisional (Kentongan)


Wonogiri – Untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan lingkungan melalui sistem ronda malam, Babinsa Desa Waru Koramil 22/Slogohimo Serda Awaludin bersama warga membuat kentongan sebagai bagian dari persiapan Pos Kamling.

Kegiatan tersebut berlangsung di Lingkungan RT 3/RW 2 Dsn. Sanan Desa Waru Kec. Slogohimo, Senin (29/9/2025).

Kentongan berfungsi sebagai alat komunikasi untuk memberi peringatan atau tanda bahaya kepada warga, yang penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban di desa.

Serda Awaludin mengatakan, Membangun Pos Kamling yang dilengkapi kentongan guna mengantisipasi gangguan keamanan dan menciptakan lingkungan yang kondusif.

Kegiatan gotong royong dalam pembangunan Pos Kamling dan pembuatan kentongan menumbuhkan kebersamaan serta kepedulian antarwarga terhadap lingkungan.

Babinsa berperan dalam memotivasi dan mendampingi warga untuk melaksanakan kerja bakti, membangun, dan mengaktifkan kembali Pos Kamling.(pendim 0728/wng)

Guna Meningkatkan Kesiapsiagaan Dan Kemampuan Masyarakat, Ini Yang Disampaikan Pelda Hadi

 

Wonogiri – Guna meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi dan menanggulangi bencana secara mandiri, sesuai dengan kearifan lokal yang ada di desa tersebut. Pelda Hadi anggota Koramil 20/Kismantoro Kodim 0728/Wonogiri  memberikan sosialisasi tentang Pengembangan Model Desa Tangguh Bencana Berbasis Kearifan Lokal di kawasan rawan bencana.

 

Bertempat di Aula Balai desa Pucung kec. Kismantoro, Senin,(29/9/2025). Pelda Hadi memberikan sosialisasi meliputi pemahaman tentang mitigasi bencana, pendidikan, pelatihan, pembangunan infrastruktur tahan bencana, dan penyusunan rencana tanggap darurat yang melibatkan peran aktif masyarakat.

 

Mitigasi bencana sebagai upaya pencegahan dan penanganan apabila terjadi bencana alam yang setiap saat bisa datang secara tiba-tiba, sehingga perlu kesiapsiagaan semua pihak terutama para relawan dalam menghadapinya.


Melalui pengembangan model desa yang tangguh, masyarakat diharapkan mampu beradaptasi, menghadapi, dan memulihkan diri dari dampak bencana.

 

“Mengintegrasikan nilai-nilai, praktik, dan pengetahuan lokal dalam upaya pengurangan risiko bencana, sehingga solusi yang ditawarkan lebih relevan dan mudah diterima masyarakat,” Tandas Pelda Hadi.(Pendim 0728/Wng)